Langsung ke konten utama

Membedakan persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak dari bentuk linear satu variabel

 3.1.4   Membedakan persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak dari bentuk linear satu variabel

4.1.4  Merumuskan penyelesaian pertidaksamaan  nilai mutlak bentuk linear satu variabel dengan  pertidaksamaan linear aljabar lainnya


apa sih perbedaan persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak?

dalam halaman ini akan membahas apa perbedaan persamaan dan petidaksamaan nilai mutlak satuvariabel. perhatikan masalah berikut ini !

masalah 1 

misalkan rudi ingin membeli snack untuk menemani belajar rudi , si rudi memilki uang Rp. 40000 , setelah mendapatkan snack , harga pada bandrol snack harga persatuanRp. 8000 . nah,, untuk menghabiskan uang yang dimiliki rudi maka rudi akan mendapatkan snack berapa yah...

gambar ilustrasi Snack


Untuk mengetahuinya, kita perlu membuat “pembelian snack ” tadi menjadi sebuah persamaan linear. Pertama, anggap jumlah snack sama dengan “x”. Karena Rudi harus menghabiskan 40 ribu untuk membeli “jumlah snack yang tidak diketahui” yang sebungkusnya seharga 8 ribu, maka kita bisa buat menjadi:

8000x = 40000

Kalau udah begini jadi gampang deh.

x = 40000/8000

x = 5 bungkus


masalah 2

gambar ilustrasi Batas kecepatan 50 km



kecepatan berkendara di sana maksimal 50km/jam, dari masalah 2 ini menunjukkan suatu pertidaksamaan. 

dari masalah 1 dan masalah 2  maka terdapat perbedaan persamaan dan pertidaksamaan 

dapat disimpulkan Persamaan linear adalah persamaan yang mengandung variabel berpangkat satu. Persamaan ini disebut juga dengan persamaan berderajat satu (persamaan linear satu variabel).

Adapun bentuk umum dari persamaan linear adalah:

ax + b = c, a ≠ 0, a, b, c, E R

Pertidaksamaan adalah kalimat terbuka yang menggunakan tanda <, >, <, >.

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan pantun pengajar praktik /guru penggerak

  Kumpulan pantun pengajar praktik /guru penggerak angkatan 3 tahun 2021 Pergi ke pasar membeli itik Pulangnya membeli mangga Disini tempat pengajar praktik tempat orang hebat semua... Makan coklat di tepi pantai Tapi sayang bau terasi Kegiatan diklat telah usai Saatnya untuk beraksi Muncul virus dari Wuhan Jangan lupa menjaga kesehatan Empat hari kita berteman Tapi sayang belum berjabat tangan Nanam tomat di tanah miring Ke ladang bawa piring tetap hebat pembelajaran daring Walau pinggang jadi miring Pak tani menanam tomat Lahannya tanah miring Bapak/Ibu  tetap HEBAT Walau pembekalannya via DARING Ikan tenggiri bahan untuk buat tekwan. Makanan wong Palembang. Memang penjelasan Bu Dewi lembut dan menawan. Pasti kami akan ingat dan terkenang. Jika tuan Guru hendak silat berdebat Mari mencari ikan tapah ke Sungai Pawan Halo Ibu/Bapak Guru CPP GP yang sungguh hebat Mari kita sukseskan program GP ini demi Transformasi pendidikan. buah durian enak dimakan ditema

Polinomial metode substitusi dan metode Horner

Mencari Nilai Suku Banyak Menggunakan Metode Dan Metode Horner   Haii.. swmangat pagi Topik kali ini adalaahhhh…. tentang polinominal. Polinominal atau suku banyak memiliki berbagai macam metode dalam proses pencarian hasil dan sisanya. Dan 2 metode yang ada di polinominal adalah metode subtitusi dan metode Horner yang mana akan saya bahas kali ini. Pasti kalian akan merasa mudah dengan salah satu metode yaitu metode subtitusi.  Coba deh contoh soal dibawah ini...  selalu ada beberapa cara dalam menyelesaikan suatu persoalan yang diberikan. Oke langsung saja ke pembahasan mengenai polinominal. Polinomial metode substitusi dan Horner Metode Substitusi Persamaan suku banyak f(x) mempunyai bentuk yang umum seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Nilai suku banyak pada titik x = k bisa diperoleh dengan mengganti nilai x dengan k lalu menghitungnya dengan cara aljabar yang biasa misalkan nilai polinomial dari  f(x)=6x³ + 43x² + 5x – 13 dengan x=-7.   Maka f(x)=6x³ + 43x² + 5x – 13   f(

Penerapan Pola Pikir Bertumbuh pada Kurikulum Merdeka

 Penerapan pola pikir bertumbuh dalam asesmen diharapkan membangun kesadaran bahwa proses pencapaian tujuan pembelajaran, lebih penting dari pada sebatas hasil akhir. kita sebagai pendidik diharapkan mampu menerapkan ide penerapan pola pikir bertumbuh, Ide-Ide Penerapan Pola Pikir  Bertumbuh (Growth Mindset) Pola pikir bertumbuh (growth mindset) digagas oleh Carol S. Dweck dari Stanford University. Seseorang yang memiliki pola pikir bertumbuh berkeyakinan bahwa kecerdasan dan bakat dapat dikembangkan seiring berjalannya waktu, usaha, dan belajar yang diikuti kesungguhan dan ketekunan. Sementara seseorang yang memiliki pola pikir tetap (fixed mindset), berkeyakinan bahwa kecerdasan dan bakat bersifat tetap, tidak bisa berubah. berikut uraian ide penerapan pola pikir bertumbuh a. Kesalahan dalam belajar itu wajar. Jika diterima, dikomunikasikan, dan dicarikan jalan keluar, maka kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak peserta didik. b. Belajar bukan tentang kecepatan, tetapi tentang